Keutamaan Puasa Asyura serta Peristiwa Penting di baliknya

Anjuran untuk berpuasa di hari ke-10 ini karena pahalanya sangat besar dan dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun. Puasa Asyura 10 Muharram ini jatuh bertepatan dengan 10 September 2019.

Imam Nasai menjelaskan mengenai Rasulullah yang melaksanakan puasa di bulan Muharram setelah bulan Ramadan. Kemudian Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa Muharram.

Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya Muharram adalah bulannya Allah yang di dalamnya tepat menjadi hari bertaubat umat Islam atas dosa-dosa yang terdahulu".

Tentang keutamaan puasa ‘Asyura Ibnu Abbas menyatakan: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (‘Asyura) dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: bulan Ramadhan)." (HR. Al-Bukhari.)

Penuturan Ibnu ‘Abbas ini menunjukkan betapa penting dan besarnya hikmah puasa ‘Asyura. Ia mengisahkan begitu sungguh-sungguhnya Nabi SAW melakukan puasa sepuluh Muharram. Pada hari tersebut, Nabi SAW berharap kepada Allah SWT agar dosanya di tahun sebelumnya diampuni. 

Dalam riwayat lain, sebagaimana yang terdapat dalam Musnad Al-Humaidi, Rasulullah SAW bersabda, “Puasa ‘Asyura dapat mengampuni dosa satu tahun sebelumnya.” Adapun dosa yang dimaksud di sini ialah dosa kecil, bukan dosa besar. 

Sebab dosa besar akan diampuni oleh Allah melalui pertobatan. Selain itu, hikmah atau manfaat puasa ‘Asyura akan diperoleh selama melakukan puasa tersebut tidak ada unsur riya dan dilakukan dengan penuh keikhlasan, semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Selain dosa diampuni, mengerjakan puasa ‘Asyura disetarakan dengan puasa selama satu tahun. Ada alasannya mengapa puasa 9 Muharram (Puasa Tasu'a) dan 10 Muharram (Puasa Asyura) disunahkan untuk umat muslim.

1. Hari Nabi Adam bertobat kepada Allah 

Nabi Adam diceritakan membuat dosa pertama umat manusia karena memakan buah khuldi.

Pada tanggal 10 Muharram, usaha Nabi Adam untuk bertobat diterima dan diampuni oleh Allah SWT.

2. Hari Kapal Nabi Nuh Berlabuh dengan Selamat

Nabi Nuh di sejarah umat Islam, diceritakan membuat bahtera untuk mengantisipasi banjir besar.

Banjir besar ini diceritakan sebagai azab atau hukuman dari Allah SWT untuk kaum Nabi Nuh yang durhaka.

Setelah berlayar menghadapi air bah, Nabi Nuh berhasil melabuhkan bahteranya pada 10 Muharram.

3. Api Dingin yang Membakar Nabi Ibrahim

Dikisahkan Nabi Ibrahim dibakar oleh Namrud.

Pada tanggal yang sama, 10 Muharram, terjadi mukjizat Nabi Ibrahim.

Mukjizatnya adalah api yang membakar Nabi Ibrahim menjadi dingin, melawan sifat natural api yang panas.

4. Nabi Yusuf Bebas dari Penjara

Nabi Yusuf dalam kisahnya dipenjara karena difitnah oleh seseorang.

Nabi Yusuf difitnah membuat perbuatan tercela kepada Zulaikha.

Pada 10 Muharram, Nabi Yusuf mampu membuktikan kebenarannya dan bebas dari penjara.

5. Nabi Musa lolos dari Pasukan Fir'aun

Nabi Musa pada 10 Muharram berhasil meloloskan diri bersama kaumnya Bani Israil dari kejaran pasukan Fir'aun.

Nabi Musa berhasil lolos akibat Laut Merah yang terbelah.

Ketika Nabi Musa berhasil melintas, kedua sisi lautan yang sebelumnya terbelah, langsung menenggelamkan pasukan Fir'aun.

Lolosnya Musa dari pasukan Fir'aun juga mengilhami masyarakat yahudi di Madina melaksanakan puasa Asyura Rasullulah yang menyaksikannya, menyuruh para sahabat untuk ikut berpuasa Asyura bersamanya. [taa]