Hikmah Qurban Pada Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha dirayakan dengan berkurban. Berkurban, atau menyembelih hewan kurban yang dilakukan setelah melakukan salat Idul Adha, menjadi salah satu amal kebaikan yang disukai oleh Allah SWT.
Berkurban dapat dilakukan dengan membeli hewan ternak secara pribadi atau berkelompok lalu menyembelihnya. Lalu, daging kurban dapat dibagikan kepada orang yang membutuhkan di lingkungan sekitar.
Berkurban sangat dianjurkan bagi seorang Muslim yang mampu. Dilakukan pada Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah, dan pada hari tasyrik di tanggal 11,12 sampai tanggal 13 Dzulhijjah.
Orang yang berkurban adalah orang yang berusaha mendekatkan dirinya dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Sedangkan kurban dalam kaitan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Kurban diistilahkan dengan al-udhiyyah, yang sangat dianjurkan (sunnah muakadah) untuk dilakukan oleh orang (keluarga) yang memiliki kemampuan.
Allah SWT berfirman : “maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah” (Q.S. 108:2).
Dalam sebuah hadits Rasululullah saw bersabda, barangsiapa yang memiliki keleluasaan (untuk membeli hewan kurban) lalu tidak melakukannya (tidak berkurban), maka janganlah mendekati tempat shalatku” (HR. Ahmad).
Dalam hadits lain riwayat Ibnu Majjah, Rasululullah saw juga bersabda, Tidaklah ada amalan Ibn Adam pada Hari Raya Adha yang lebih dicintai oleh SWT, selain mengeluarkan darah (menyembelih hewan kurban). Sesungguhnya hewan itu akan datang pada Hari Kiamat nanti lengkap dengan tanduknya, kulit dan bulunya. Dan sesungguhnya darah hewan itu akan diterima Allah SWT sebelum jatuh ke tanah. Maka ikhlaskanlah hatimu dalam melakukannya.
Penyembelihan tidak boleh dilakukan sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasululullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih hewan kurban sebelum shalat maka harus menyembelih hewan lain untuk menggantinya. Dan barang siapa yang belum menyembelih, maka sembelihlah (sesudah shalat) dan sebutlah nama Allah.”
Setelah disembelih, daging hewan langsung diberikan kepada golongan fakir miskin yang mungkin dalam kesehariannya tidak mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi daging, karena di luar jangkauan daya beli mereka. Apabila di daerah orang yang berkurban masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi daging, maka boleh saja hewan tersebut disebarkan ke daerah-daerah yang betul-betul membutuhkannya.
Menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha adalah juga untuk menghidup suburkan salah satu sunnah yang dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS yang mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya yang sangat dicintainya, yaitu Nabiyullah Ismail AS, yang karena ketundukkannya kemudian Allah menggantikan dirinya dengan menyembelih seekor kibasy (domba) yang terus berlanjut sampai akhir zaman, sebagaimana diungkapkan kisahnya dalam Al Quran surat Ash-Shaffat (37) : 102-111.
Selain itu kurban adalah bentuk taqarrub (usaha mendekatkan diri) kepada Allah SWT karena kasih sayang kita pada sesama manusia, terutama pada golongan fakir miskin yang membutuhkannya. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini hubungan batin dan persaudaraan antara golongan yang berkecukupan dengan golongan yang berkekurangan akan terjalin. Menyayangi sesama manusia pada hakekatnya mengundang rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT dan seluruh makhluk-Nya yang ada di langit.