logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Mengapa Allah Tidak Menampakkan Azab Kubur ?

Mengapa Allah Tidak Menampakkan Azab Kubur ?


Diantara aqidah yang dsepakati oleh ahlus sunnah (orang-orang yang mengikuti sunnah dan berpegang teguh dengannya dalam seluruh perkara yang Rasulullah dan juga para sahabatnya) adalah menetapkan adanya azab dan nikmat kubur. Adanya azab kubur bagi orang-orang yang berhak mendapatkannya adalah diantara pokok keimanan yang harus kita yakini. Rahmat dan kasih sayang Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah Allah Ta’ala tidak menampakkan azab kubur tersebut sehingga tidak dapat diketahui oleh manusia yang masih hidup di dunia ini. Para ulama rahimahumullah telah membahas hikmah tidak dinampakkannya azab kubur ini didalam kitab-kitab mereka, khususnya yang membahas tentang aqidah.

Hikmah Allah Tidak Menampakkan Azab Kubur sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama antara lain :

Pertama, hal ini untuk menutupi aib si mayit dan juga keluarga si mayit. 

Jika semasa hidupnya si mayit tersebut dikenal oleh masyarakat, namun ternyata orang lain mengetahui bahwa dia diazab dalam kuburnya, tentu ini akan membuka aib si mayit tersebut di dunia. Demikian juga keluarga si mayit akan dipermalukan dan dihinakan di hadapan masyarakat karena ternyata salah satu anggota keluarganya diazab di dalam kuburnya.

Kedua, jika azab kubur tersebut dinampakkan, maka tidak ada yang berani untuk memakamkan saudaranya yang meninggal dunia. Hal ini sebagaimana sabda Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan, maka aku ingin berdoa kepada Allah untuk memperdengarkan kepada kalian azab kubur yang aku dengar.”

Abu Abdillah Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan,”Para ulama kita menjelaskan bahwa sesungguhnya jin dan manusia tidak mendengar azab kubur, sabda Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam,’Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan. Allah Ta’ala menyembunyikan azab kubur dari kita (supaya kita bisa saling memakamkan) adalah karena hikmah dan kelembutan-Nya. Hal ini disebabkan rasa takut yang meliputi manusia jika mendengarnya, sehingga mereka tidak akan berani untuk mendekat ke pemakaman untuk menguburkan orang yang meninggal dunia. Manusia bisa jadi binasa jika mendengarnya, karena mereka tidak memiliki kekuatan untuk mendengar azab Allah di alam dunia ini, karena lemahnya kekuatan mereka.”

Ke tiga, sebagai ujian keimanan bagi manusia untuk beriman terhadap hal yang ghaib. Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

“Jika Allah menghendaki untuk menampakkan azab kubur kepada sebagian manusia seperti kepada Nabi Muhammad shallallahu‘alaihi wa sallam, tentu Allah nampakkan dan Allah sembunyikan dari hamba-hambaNya yang lain. Akan tetapi, jika Allah tampakkan kepada seluruh manusia, maka hilanglah beban syariat dan hilang pula kewajiban untuk beriman kepada perkara yang ghaib. Demikian pula, manusia tidak akan berani memakamkan, sebagaimana Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan, maka aku ingin berdoa kepada Allah untuk memperdengarkan kepada kalian azab kubur yang aku dengar'. Oleh karena itu, hikmah seperti ini tidak terdapat dalam diri binatang ternak, maka binatang ternak pun mendengar azab kubur dan mengetahuinya. Sebagaimana peranakan kuda dengan keledai milik Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam yang berjalan miring dan hampir melemparkan barang-barang bawaannya ketika melewati orang yang sedang diazab di kuburnya.”

(Fit)

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013