logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Budaya Membaca Jembatan Kemajuan Bangsa

Budaya Membaca Jembatan Kemajuan Bangsa

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar (terbesar ke-4 didunia) dan merupakan negara kaya akan potensi sumber daya alam. Seharusnya dengan kondisi seperti itu, indonesia menjadi negara yang mandiri, yang mampu mencukupi kebutuhan sendiri, dan bisa berkembang cepat sebagai negara maju.

Namun faktanya semakin berumur Indonesia semakin menjadi negara yang tertinggal. Banyak PMA yang berinvestasi di negeri ini dan semakin banyak jenis komoditas pangan yang diimport dari negara-negara yang dulu mendapat predikat sebagai negara tertinggal. 
 
Mundurnya kemajuan negara Indonesia salah satu faktornya adalah budaya membaca masyarakat indonesia yang semakin hari semakin menurun, baik dari usia anak-anak, remaja, dewasa bahkan orang tua. Menurunnya minat baca masyarakat Indonesia tidak terlepas dari kurangnya kesadaran publik akan arti penting membaca bagi peningkatan kemampuan dan kesejahteraan diri maupun bangsa. Adanya serbuan media elektronik (televisi dan internet) yang kebanyakan berisi tayangan hiburan, pornografi, iklan komersial, dan hal-hal hedonistis lainnya menjauhkan masyarakat dari budaya membaca. Kondisi ekonomi pun membuat akses masyarakat terhadap buku-buku bermutu semakin sulit, untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok sehari-hari saja sudah susah, apalagi beli koran, buku, atau bacaan lainnya. 

Membaca buku merupakan kunci majunya peradaban. Peradaban hanya bisa dibangun dengan ilmu. Ilmu bisa didapatkan dari membaca. Maka tidak ada pilihan untuk membangun peradaban kecuali dengan membaca. 

Dengan melihat fakta yang ada dengan minat baca masyarakat indonesia khususnya generasi muda yang sangat rendah, marilah kita awali dari diri kita, keluarga kita. Cara yang paling bijak adalah memberi contoh kepada anak-anak dirumah. Bukankah keluarga miniatur negara? "Baik Keluarga, maka baiklah Negaranya".

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013