logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Kisah Pejabat Umar bin Abdul Aziz

Kisah Pejabat Umar bin Abdul Aziz

Dikisahkan suatu malam, Umar bin Abdul Aziz terlihat sibuk membereskan sejumlah tugas di ruang kerja istananya.

Tiba-tiba, putranya memasuki ruangan dan hendak membericarakan sesuatu. ”Engkau datang kesini untuk urusan apa putraku, urusan negarakah atau keluargakah?” tanya Umar. ”Urusan keluarga, ayahanda,” jawab si anak.

Kemudian Umar mematikan lampu penerang di atas mejanya. Seketika suasana menjadi gelap.

”Kenapa ayah memadamkan lampu itu?” tanya putranya merasa heran. ”Putraku, lampu yang sedang ayah pakai bekerja ini milik negara. Minyak yang digunakan juga dibeli dengan uang negara. Sementara perkara yang akan kita bahas adalah urusan keluarga,” jelas Umar.

Umar kemudian meminta pembantunya mengambil lampu dari ruang dalam.

”Nah, sekarang lampu yang kita nyalakan ini adalah milik keluarga kita. Minyaknya pun dibeli dengan uang kita sendiri. Silakan putraku mulailah pembicaraan dengan ayah.” ucap sang ayah.

Begitulah kepribadian baik seorang pejabat sejati. Ternyata, puncak kejayaan di berbagai bidang tak lantas membuat Umar bin Abdul Aziz terperdaya. Meski prestasinya banyak dipuji, pemimpin berjuluk ”khalifah kelima” ini tetap bersahaja, amanah, dan sangat hati-hati mengelola aset negara.

Semoga para pemimpin di Indonesia yang akan datang bisa memiliki sifat seperti Beliau. Amiinn...

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013