logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Menanam Akidah Membuat Keyakinan

Menanam Akidah Membuat Keyakinan

Pada siang hari, di tempat cukur rambut terjadi obrolan antara si tukang cukur dengan pelanggannya. Yang dicukur itu bernama Zaid, alumni sebuah Pesantren ternama. Makin lama obrolan antara kedua orang itu kian hangat. Dari tema yang mulanya ngalor-ngidul, si tukang cukur itu membawa obrolan ke masalah seputar akidah.

“Kalau menurut saya, Tuhan itu tak benar-benar ada ,“ tukang cukur memulai. “Lho kok bisa mengatakan seperti itu?” tanya Zaid.

“Ya lihat saja kehidupan ini Mas, banyak orang yang hidupnya penuh masalah, ribet semrawut, bahkan saking beratnya masalah itu ada yang sampai berani bunuh diri. Katanya Tuhan itu maha Pengasih yang akan menolong setiap hambanya. Nah buktinya mana?” Zaid terdiam. Dia tak langsung menjawab. Bukan lantaran tak mampu, tetapi Zaid tengah mencari jawaban yang pas untuk si tukang cukur.

Dia teringat pesan Kiainya agar bisa menyampaikan setiap hal sesuai dengan nalar lawan bicaranya. Hingga beberapa lama, tiba-tiba Zaid melihat seorang tengah duduk di luar tempat cukur rambut. Tampang dan rambut orang itu begitu acak-acakan dan berantakan. Seberkas ide pun mengalir di kepala Zaid.

“Nah, kalau Anda mengatakan Tuhan itu tidak ada, maka saya katakan tukang cukur itu tidak ada juga.“ Ungkap Zaid. “Lho, bagaimana sih, saya saja ada di sini,” tukang cukur tak mengerti.

“Pokoknya, saya yakin kalau tukang cukur itu tak ada,“ Zaid ngeyel. “Kalau tukang cukur itu ada, lah kok masih ada orang yang rambutnya berantakan,“ jawab Zaid sambil menunjuk seorang tak jauh dari tempat itu.

“Anda ini gimana sih, kalau dia rambutnya berantakan, ya karena dia tidak mau datang ke tempat ini, coba kalau ke sini, pasti saya rapikan,“ Ucap Tukang cukur.

“Nah, seperti itu juga, kalau ada orang yang ditumpuk masalah yang begitu berat dalam hidupnya, bukan lantaran Tuhan itu tak ada, tapi sebab si pemilik masalah itu tak mau datang menghadap Tuhannya, yaitu Allah. Coba kalau datang, berserah diri, memohon ampun dan pertolongan, Allah pasti akan menolongnya,” jawab Zaid mantab.

Sang Tukang cukur pun terdiam seribu bahasa dan akhirnya ia benar-benar menyakini bahwa Allah itu ada.

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013