logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Dari Satu Menjadi Sepuluh

Dari Satu Menjadi Sepuluh

Dikisahkan Suatu Hari Ali bin abi thalib pergi ke pasar membeli buah delima untuk Istrinya Fatimah binti Rasulullah SAW yg Saat itu sedang sakit dan ingin makan Buah Delima. Karena hidup dalam kesederhanaan Ali hanya dapat membeli satu buah delima saja.

Di tengah perjalanan ia melihat seseorang tergeletak sakit di pinggir jalan. Ali pun menghampirinya, "Hai orang tua, apa yang diinginkan hatimu?" tanya Ali. "Wahai Ali, sudah 5 hari aku tergeletak sakit di tempat ini, namun tidak ada yg peduli, padahal hatiku ingin sekali makan buah delima," jawab orang sakit itu.

Ali pun terdiam sambil berkata dalam hati."Buah delima yang hanya satu ini sengaja aku beli untuk istriku. Jika aku berikan kepada orang tua ini, pasti Fatimah akan sedih. Ali lantas teringat akan ayat Allah SWT, "Dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya."(QS. Ad Dhuha:10).

Kemudian Ali memutuskan untuk membelah buah delima itu menjadi 2 bagian. Setengah untuk istrinya dan setengah lagi untuk orang tua yang sakit itu. Sesampainya di rumah, ia menceritakan peristiwa itu kepada istrinya. Fatimah lalu merangkul serta mendekap suaminya.

"Demi Allah yg Maha Perkasa dan Maha Agung, ketika engkau berikan buah delima kepada orang tua itu, maka puaslah hatiku & lenyaplah keinginanku pada buah delima itu," kata Fatimah. Tak lama kemudian, datanglah seorang tamu dan itu adalah Salman Al Farisi, Ali melihat Salman membawa sebuah nampan tertutup & diletakkan di depan Ali.

"Wahai Salman, dari manakah nampan ini?" tanya Ali. "Dari Allah SWT untukmu melalui perantara Rasulullah SAW," jawab Salman. Setelah penutup nampan dibuka, terlihat ada 9 biji buah delima. Tetapi Ali langsung berkata."Hai Salman, jika ini memang untukku, pasti jumlahnya 10".

Kemudian Ali membacakan firman Allah SWT, "Barang siapa berbuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya sepuluh kali lipat amalnya (balasnya)."(QS. Al An'am).

Salman pun langsung tertawa sambil mengembalikan sebuah delima yg masih di tangannya. Wahai Ali, Demi Allah SWT, sandiwaraku ini hanya sekedar menguji sejauh mana keyakinanmu terhadap firman Allah yang engkau bacakan tadi," ucap Salman dan lantas mohon izin pulang.

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013