logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Panti Asuhan Dalam Mendidik Manusia Produktif

Panti Asuhan Dalam Mendidik Manusia Produktif

Dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Panti-panti Asuhan, banyak sekali yang mengalami kesulitan dalam hal penyaluran anak asuh yang telah selesai masa asuhannya untuk mencari pekerjaan. Sehingga anak yang seharusnya sudah meninggalkan panti, mereka masih harus ditampung dan mejnadi beban panti, terutama bagi anak-anak asuh yang tidak ada orang tua atau keluarganya. Jumlah anak yang tidak mempunyai orang tua ini cukup banyak terdapat di Panti-panti Asuhan. Sebaiknya para pemimpin panti mengadakan pendekatan kepada pemimpin-pemimpin perusahaan untuk mengetahui kwalitas tenaga kerja yang bagaimana yang dibutuhkan di lapangan kerja. Selain itu untuk mempersiapkan usaha-usaha penyaluran anak-anak asuh ke lapangan kerja, seorang pemimpin panti asuhan harus mempersiapkan anak-anak asuhnya sejak dini, dengan membelaki berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang menunjang dalam bidang pekerjaan ataupun untuk berwiraswata, karena hanya dengan dibekali ijazah SMA saja masih belum cukup. Bahkan dalam pembinaannya harus ditekankan kearah berwiraswasta, karena pada masa sekarang ini tempat yang tersedia untuk tenaga perkantoran sangatlah terbatas, apalagi bagi panti-panti yang berada di pedesaan. Selain membakali anak asuhnya dengan hal-hal tersebut diatas, juga tidak kalah penting adalah sejak dini ditanamkan pada jiwa anak asuhnya bahwa untuk mencapai kesejahteraan hidup itu tergantung pada kwalitas manusiannya. Dengan bekerja keraslah orang mendapatkan kesejahteraan dan hanya bekerjalah orang itu mulia dan berharkat. Dalam usaha peningkatan kemampuan kerja anak-anak asuh dapat ditempuh melalui pendidikan formal, selain itu juga pendidikan ketrampilan serta pengalaman-pengalaman. Untuk pendidikan formal bisa didapatkan disekolahnya masing-masing, sedangkan untuk pendidikan ketrampilan dan pengalaman berusaha bisa didapatkan di Panti Asuhan itu sendiri, oleh karena itu di Panti Asuhan sebaiknya diadakan kegiatan-kegiatan ketrampilan yang bersifat ekonomis produktif. Karena itu pada masa sekarang ini sistim pengasuhan di Panti-panti Asuhan tidak cukup hanya memberikan pangan, sandang, perawatan kesehatan dan kasih sayang saja, tetapi juga memberikan kemampuan untuk bekerja dan berusaha, engan menempa anak asuhnya agarmenjadi manusia yang berharkat, produktif dan sejahtera ditengah-tengah masyarakat apabila sudah keluar dari panti. Dalam pembinaan kemampuan anak untuk menjadi manusia yang produktif ini harus diperhatikan beberapa faktor seperti : Bakat : sejauh mana bakat yang terdapat pada anak, seperti menjadi usahawan/wiraswastawan, sehingga dapat diberikan tambahan pengetahuan untuk hal tersebut. Pola kehidupan sosial ekonomi di daerah panti berada, apakah masih memungkinkan atau masih banyak peluang untuk menerima pasaran kerja ? Dalam menentukan jenis-jenis usaha/wiraswasta ini harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi panti itu sendiri. Apakah usaha tersebut bisa dikembangkan di tempat panti berada. Karena apabila akan memproduksi suatu jenis barang itu harus dipikirkan dulu daya beli dan minat dari para calon konsumennya. Dengan mempelajari faktor-faktor diatas maka dapat diharapkan dalam pembinaan anak-anak asuh di Panti Asuhan akan lebih terarah lagi, karena anak-anak asuh merupakan potensi yang perlu dikembangkan. Oleh karena itu proses pembinaan kemampuan anak di Panti Asuhan penting sekali dan perlu adanya. Adapun untuk kegiatan usaha ekonomis produktif ini dapat dimulai dengan latihan ketrampilan yang menggunakan alat0alat sederhana sebelum meningkat ke unit latihan usaha. Usaha perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan, pembuatan tempe, salon kecantikan, pertukangan, fotografi dan sebagainya adalah contoh unit-unit usaha yang telah dilaksanakan oleh sebagian kecil Panti -panti Asuhan. memang ada yang sudah berhasil dan ada juga yang masih dalam perkembangan. Kiranya dengan adanya unit-unit usaha ekonomis produktif ini, selain untuk menambah pengalaman bagi anak-anak asuhnya, juga dapat menambah pendapatan panti, selain itu dapat dijadikan bekal untuk mandiri dan yang lebih penting lagi adalah untuk mendidik mental anak asuh itu sendiri, bahwa anak itupun mampu berkarya. Mudah-mudahan dengan adanya unit usaha ekonomis produktif di Panti-panti Asuhan dapat sebagian memecahkan persoalan dalam hal penyaluran anak-anak asuh yang telah selesai masa asuhannya yang selama ini dihadapi oleh Panti-panti Asuhan. Semoga.

Mitra Kami

    www.uptopromo.co.id
    Jasa SEO Otomatis mulai10rb/keyword Buat Situs anda ditemukan di top-10
    artikel uptopromo.co.id
    Dpt 450K Saat Anda Kluarkan150K IDR Mulai Beriklan Dgn Google Hari Ini!
    seo indonesia uptopromo
    Coba Solusi SEO Otomatis Kami Mudah, Fleksibel Dana, Transparan
Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013