logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > CARA MUDAH PENGHITUNGAN ZAKAT FITRAH, HARTA (MAAL), & PROFESI SERTA HARTA TEMUAN DAN HADIAH SESUAI NISAB DALAM AGAMA ISLAM

CARA MUDAH PENGHITUNGAN ZAKAT FITRAH, HARTA (MAAL), & PROFESI SERTA HARTA TEMUAN DAN HADIAH SESUAI NISAB DALAM AGAMA ISLAM


Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang menimbun harta. Oleh karena itu hiduplah sederhana dan gunakan harta untuk diputar kembali dalam perekonomian secara halal. Jangan lupa perbanyak bersedekah, karena kebaikan yang kita tanam akan berbuah kebaikan pula.

Manusia muslim yang memiliki harta wajib membayarkan kewajibannya dari sebagian harta yang dimilikinya kepada orang-orang yang berhak menerimanya melalui panitia zakat atau mendistribusikannya secara langsung dan adil.

Hukum zakat adalah wajib sebagaimana hukum melaksanakan sholat (didalam alqur'an selalu berdampingan) jika telah mencapai batas minimal untuk dikeluarkan zakatnya (nisabnya).

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS: Al-Baqarah 2:110)

Membayar zakat fitrah diperuntukkan bagi pembersihan diri (Jiwa), sedangkan untuk zakat mal (harta) atau kekayaan dan zakat profesi dari penghasilan  adalah untuk membersihkan harta kekayaan itu sendiri agar halal dalam pemanfaatanya.

A. Standar Perhitungan Zakat Fitrah

Zakat Fitrah ialah zakat yang dikeluarkan dibulan Ramadhan pembayarannya paling lambat sebelum selesai menunaikan ibadah Shalat sunah Shalat Idul Fitri. Dan jika zakat dilakukan setelah melewati batas tersebut, maka zakat tersebut termasuk sedekah biasa. Salah satu hadist yang memperkuat hal tersebut adalah: "Bahwa Rasulullah memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum orang-orang Islam pergi untuk menunaikan ibadah shalat Idul Fitri (Shalat Ied)". (Hadist Shahih Muslim 1645)"

Tata cara membayar zakat fitrah adalah sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr). Perhitungan tersebut jika di konversi dalam bentuk yang lebih umum yakni setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki).

Zakat Fitrah untuk Ummat Islam Bangsa Indonesia di tinjau dari makanan pokok yang ia makan sehari hari yaitu beras maka oleh karena itu Zakat Fitrah Perorangnya adalah = 3,5 X harga beras di pasaran perliter

Contoh : 
Jika harga beras (makanan pokok lokal yang biasa kita makan) dan layak konsumsi di pasar rata-rata harganya Rp. 8.000,- maka zakat fitra yang harus dibayar setiap orang mampu adalah sebesar Rp. 28.000,-

Jika dihitung dari berat (Kg) maka perhitungannya adalah 2,5 X harga beras atau bahan makanan pokok lokal per-Kg.

B. Standar Perhitungan Zakat Profesi / Pekerjaan (bagi yang bergaji)

Zakat Profesi = 2,5 % X (Penghasilan Total - Pembayaran Hutang / Cicilan) Menghitung Nisab Zakat Profesi = 520 X harga beras pasaran per-Kg.

Contoh:

Perhitungan Dalam Zakat Profesi : 

Umpamanya Anda ber-gaji 2 juta perbulan dan penghasilan tambahan dari toko pakaian sebesar 12 juta perbulan maka total penghasilan Anda sebesar 14 Juta tiap bulan. Anda punya pembayaran cicilan kredit apartemen tidak bersubsidi dari pemerintah sebesar 5 juta perbulan.

Jika harga beras per-Kg yang biasa dikonsumsi yaitu sekitar Rp. 12.000,- per-Kg, maka nisab zakatnya adalah Rp. 6.240.000,-. Karena penghasilan Anda bersihnya 9 Juta dan ada di atas nisab, maka Anda harus membayar zakat profesi Anda sebesar Rp. 9 juta x 2,5% = Rp. 225.000,- pada bulan ini. Untuk bulan selanjutnya Anda menghitung kembali sesuai situasi dan kondisi harga makanan pokok dan gaji + sumber lain yang ada.

Pada zakat profesi walau masih ada perbedaan pendapat karena tidak ada dalil yang menjadi standar. Pada kantor pemerintah sudah rutin setiap penghasilan otomatis dipotong 2,5 % (penuh) untuk zakat profesi. Dengan begitu institusi resmi (ulama) dalam aturan Islam di Indonesia belum mengeluarkan fatwa haram untuk zakat profesi artinya bukan bid'ah. Jika anda tidak sependapat maka langkah terbaiknya ialah ikhlas dan menganggap itu sebagai amal sodakoh anda atau tidak mengeluarkan zakat profesi tetapi membayar zakat mal.

C. Standar Zakat Harta / Maal (Harta Kekayaan)

Standar Zakat Maal adalah = 2,5 % X Jumlah Harta Yang Tersimpan Selama 1 Tahun (termasuk tabungan dan investasi) Menghitung Nisab Zakat Mal = 85 X harga standar emas pasaran per-Gram

Contoh:

Perhitungan Dalam Zakat Maal (harta):
 
Anda punya tabungan di Bank 200 juta rupiah, deposito sebesar 200 juta rupiah, rumah kedua yang dikontrakkan senilai 600 juta rupiah dan emas perak senilai 250 juta. Total harta Anda yaitu 1,250 Milyar rupiah. Harta tersebut sudah dikuasai dan dimiliki sejak satu tahun yang lalu.

Jika harga 1 gram emas sebesar Rp. 250.000,- maka batas nisab zakat maal adalah Rp. 21.250.000,-. Karena harta Anda melebihi batas standar nisab, maka Anda harus membayar zakat mall sebesar 
Rp. 1,250 milyar x 2,5 % = 31,250,000,- rupiah per-tahun.

Jenis harta yang wajib dibayarkan zakat mal / zakat hartanya adalah :
Emas, Perak, Uang simpanan, Hasil pertanian, Binatang ternak, Benda usaha (uang, barang dagangan, alat usaha yang menghasilkan) dan harta temuan (harta hadiah).

Standar perhitungan hasil pertanian, peternakan, dan harta temuan (hadiah) memiliki ketentuan yang berbeda dalam hal nisab maupun besaran zakatnya. Ada juga yang berpendapat nisab emas adalah 93,6 gram dan perak 672 gr. dan untuk memudahkan sebaiknya dikonversi ke bentuk uang rupiah terlebih dahulu.

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013