logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Didalam Kesabaran Berbuah Kebaikan

Didalam Kesabaran Berbuah Kebaikan

Kesabaran merupakan bukti kerendahan hati seseorang dalam menahan jiwa dari sikap putus asa, Amarah, dan kesedihan. Jika kita diberikan cobaan oleh Allah Swt, bisa saja itu perkara dari Allah demi kebaikan kita. Karena akhir dari kesabaran ialah kemenangan besar yang akan kita dapatkan. Bahkan para malaikat bersiap menyambut dan memberi salam kepada mereka.

Allah berfirman" Dan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), 'Salaamun'alaikum bimma shobartum' maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. "(Q.S Ar-Rad: 23-24)

Sikap sabar memang seharusnya dimiliki oleh setiap manusia, bayangkan bila di hati seorang istri tidak ada kesabaran. Alih-alih memberi suport mental kepada suami yang tengah mengalami keterpurukan, mungkin saja sang istri justru pergi meninggalkan suaminya yang tengah terpuruk. Tentunya akan terjadi masalah besar jika hati tidak memiliki rasa sabar. Terkait sikap sabar ini.

Rasulullah Saw bersabda, " Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaanya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya." (HR. MUSLIM).

Dengan rasa sabar, duka yang menyesakkan dada akan terasa lapang. Selain itu, Allah juga berfirman agar manusia meminta pertolongan-Nya dengan rasa sabar dan Shalat. Sudah Jelas bahwa sabar memiliki makna yang luar biasa, bahkan mampu mendatangkan pertolongan dari Allah Swt. Saat hambanya mempunyai masalah yang begitu berat sejatinya Allah hanya akan menyuruh hambanya untuk sabar dan shalat, dan mengembalikan semua urusan hanya kepada-Nya.

Sabar bukan hanya soal bisa memaafkan atau tidak, karena setiap mulut bisa berucap 'aku memaafkanmu' tapi didalam hati tak ada yang tahu. Dan orang yang sabar tentu akan memaafkan , meskipun dalam proses memaafkannya itu kadang diterapkan dengan caranya sendiri seperti pergi sementara waktu dari lingkungan atau orang-orang yang membuat hatinya sakit. Bukan karena dia marah atau dendam, tetapi untuk meredamkan kemarahannya dengan cara itulah dia berupaya menyabarkan diri dan menghindari pertikaian.

Sabar ialah sebagian dari iman dan islam sebagaimana kepala pada jasad, karena tidak ada kehidupan bagi jasad yang tanpa kepala, Oleh sebab itu keimanan tidak akan ada tanpa adanya kesabaran.

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013