logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Kisah Keindahan Malam Lailatul Qadar Yang Dilihat Rasulullah SAW

Kisah Keindahan Malam Lailatul Qadar Yang Dilihat Rasulullah SAW

Setiap umat muslim akan meyakini bahwa malam Lailatul Qadar ialah malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Malam yang diyakini datang di sepuluh hari terakhir dalam bulan Ramadhan ini merupakan waktu yang ditunggu dan diharapkan oleh seluruh umat islam. Apabila kita melakukan amal kebaikan pada malam itu, seolah-olah kita telah melakukan ibadah yang nilainya setara dengan 1.000 bulan atau 83 tahun. Rasulullah SAW sendiri memperintahkan kepada umatnya untuk menyambut malam Lailatul Qadar ini.

Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda "carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya." (HR.AL-BUKHARI dan MUSLIM).

Malam Lailatul Qadar masih menjadi tanda tanya, dan tidak diketahui secara pasti kapan datangnya. Akan tetapi, menjelang akhir Ramadhan, Rasulullah SAW biasanya lebih fokus beribadah, terutama dalam sepuluh malam terakhir. sebagaimana yang diujarkan Aisyah: "Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah." (HR.AL-BUKHARI).

Dalam sebuah kisah yang diceritakan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat sedang duduk beri'tikaf semalaman pada hari terakhir bulan suci Ramadhan. Ketika Rasulullah SAW dan para sahabat sedang menunaikan shalat, dan saat beliau mengangkat tangannya untuk berdoa, para sahabat pun serempak mangamininya. Saat itu langit yang mendung tidak berbintang dan disertai angin, dalam riwayat malam itu ialah malam ke-27 dari bulan suci Ramadhan. Disaat Rasulullah SAW dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan pun turun cukup deras masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang oleh air hujan. Salah satu sahabat Rasulullah SAW ada yang ingin membatalkan shalatnya, dan bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf. Akan tetapi, niat tersebut digagalkannya karena ia melihat Rasulullah SAW dan para sahabat lainnya tetap melakukan sujud dengan khusuk tanpa bergerak.

Air hujan semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah SAW dan para sahabat yang berada didalam masjid tersebut. Walaupun tubuh beliau basah kuyub dalam masjid, tetapi sama sekali tidak membuatnya beranjak dari sujudnya. Beliau hanyut kedalam suatu malam yang begitu indah, dan diliputi oleh cahaya Ilahi. Beliau takut keindahan yang disaksikannya akan hilang bila beliau mengangkat kepalanya dan beliau terpaku begitu lama didalam sujudnya. Ketika Rasulullah SAW mengangkat kepalanya dan mengakhiri Shalatnya, seketika hujan pun berhenti.

Anas bin Malik, sahabat Rasulullah SAW bangun dari tempat duduknya dan berlari untuk mengambil pakaian kering untuk Rasulullah SAW. Tetapi Rasulullah SAW mencegahnya dan berkata " Wahai Anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkalah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya."

Apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ini menunjukan kepada kita betapa banyak hikmah dan rahasia di balik malam Lailatul Qadar. Semoga malam yang tersisa di bulan Ramadhan ini bisa kita manfaatkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013