logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Hati-Hati Dampak Buruk Dari Sifat Riya

Hati-Hati Dampak Buruk Dari Sifat Riya

Riya berarti memperlihatkan suatu ibadah dan amal shalih kepada orang lain, bukan karena Allah tetapi karena sesuatu selain Allah, dengan harapan agar mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain. Allah berfirman, "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutkan dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (Q.S, Al-Baqarah:264)

Dalam sebuah Hadist, Rasulullah bersabda, "Di hari kiamat nanti ada orang yang mati Syahid diperintahkan oleh Allah untuk masuk ke neraka. Lalu orang itu melakukan protes, 'Wahai Tuhanku, aku ini telah mati Syahid dalam perjuangan membela agama-Mu,mengapa aku dimasukkan ke neraka?' Allah menjawab, 'kamu berdusta dalam berjuang, Kamu hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain, agar dirimu dikatakan sebagai pemberani. Dan apabila pujian itu telah dikatakan oleh mereka, maka itulah sebagai balasan dari perjuanganmu."

Sepintas riya merupakan perkara yang sepele, namun akibatnya sangat fatal karena dapat meruntuhkan seluruh kebaikan, bagaikan air hujan yang menimpa debu diatas bebatuan. Sebagaimana Allah berfirman "Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan"(Q.S. Al-Furqan:23).

Begitu dahsyatnya penyakit riya ini, sehingga pernah ada seseorang bertanya kepada Rasulullah, "apakah keselamatan itu?" jawab Rasulullah " Apabila kamu tidak menipu Allah." Orang tersebut bertanya lagi, "Bagaimana menipu Allah itu?" Rasulullah menjawab, "Apabila kamu melakukan suatu amal yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya kepadamu, maka kamu menghendaki amal itu selain kepada Allah."

Meskipun riya sangat berbahaya, tidak sedikit diantara kita yang terpedaya oleh penyakit hati ini. Kini tidak mudah untuk menemukan orang yang benar-benar ikhlas dalam beribadah kepada Allah, tanpa adanya pamrih dari manusia atau tujuan lainnya. Meskipun kadarnya berbeda-beda antara satu sama lainnya, tujuannya tetap sama ingin menunjukkan amaliyahnya, ibadah, dan segala aktivitasnya dihadapan manusia. Riya termasuk kedalam syirik kecil yang hukumnya haram.

Secara tegas Rasulullah Saw pernah bersabda, "Takutlah kamu kepada Syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa yang disebut dengan syirik kecil?" Rasullulah berkata "yaitu sifat riya, kelak dihari pembalasan, Allah SWT mengatakan kepada mereka yang memiliki sifat riya, 'pergilah kalian kepada mereka, dimana kalian pernah memperlihatkan amal kalian kepada mereka semasa didunia. Lihatlah apakah kalian memperoleh imbalan pahala dari mereka."

Kebiasaan yang dapat menghindari kita dari perbuatan riya:
1. Memfokuskan niat ibadah (ikhlas) semata-mata karena Allah SWT.
2. Membiasakan diri membaca basmallah sebelum memulai pekerjaan.
3. Membiasakan menjaga lisan saat bekerja.
4. Membiasakan diri menolong atau membantu pekerjaan orang lain tanpa harus disuruh dan meminta imabalan.
5. Tidak mudah tergiur atau terpengaruh dengan kemewahan orang lain.
6. Tidak saling membuat kecemburuan kepada orang lain.
7. Saling menasehati untuk kebaikan dan kesabaran dalam beribadah.
8. Tidak memamerkan sesuatu karena pada dasarnya semua yang dimiliki adalah dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
9. Membiasakan diri untuk bersyukur kepada Allah SWT.

Riya sebagai salah satu sifat orang munafik yang seharusnya dijauhi oleh orang mukmin. Semoga Allah SWT melindungi kita dari perbuatan riya yang kita sadari dan mengampuni kita dari yang tidak kita sadari. Amiiin Ya Robbal Alamin...

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013