logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Do'a Mengatasi Kesedihan

Do'a Mengatasi Kesedihan

Kesedihan biasanya timbul karena beberapa faktor:
1. Kurangnya iman dan tawakkal kepada Allah
2. Usaha yang tidak atau belum berhasil
3. Kehilangan sesuatu yang amat dicintainya
4. Cita-cita yang tidak atau belum kesampaian
5. Banyaknya hutang yang sulit dibayar
6. Banyaknya tanggungan keluarga yang amat membebani dirinya
7. Terbelenggu orang lain
8. Ketinggalan dalam beramal saleh
9. Kesempatan yang telah disia-siakan
10. Merasa jauh dari Allah, dll.

Bagi orang beriman yang tawakkal, kesedihan tidak boleh berkelanjutan. Karena orang beriman yakin bahwa segala apa yang dimiliki manusia pada hakekatnya hanya titipan sementara dari Allah, yang suatu saat pasti akan dicabut kembali.

Ketika kita mengalami kesedihan yang mendalam dan berkepanjangan, Nabi SAW menganjurkan untuk membaca doa-doa, antara lain:

Jika kita merasa susah dan sedih, Nabi menganjurkan membaca doa:
 
"Laa ilaha ilallaahul azhiimul haliimu laa ilaaha ilallahu rabuul arsyil azhiim, laa ilaaha ilallaahu rabbussamaa waati wa rabbul ardhi wa rabbal arsyil kariim." 

Yang berarti, "Tiada tuhan melainkan Allah Yang Maha Besar lagi Maha penyantun. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur Arsy Besar. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur langit, Pengatur bumi dan Pengatur Arsy mulia. (H.R. Bukhari-Muslim)

Jika kita sedang menghadapi urusan penting, Nabi menganjurkan untuk membaca:
 
"Yaa hayyu yaa qayyuum. Birahmatika Astaghist." Ya Allah yang Maha Hidup, Ya Allah yang Maha Mengatur. Kumohon pertolongan dengan rahmat-Mu (H.R. Tirmidzi)
 
"Laa ilaha illa anta. Subhanaka innii kuntum minazhaalimiin." Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. (Q.S.Al-Anbiya: 87)

Semoga do'a diatas dapat mendekatkan diri kita kepada Allah, agar senantiasa diberikan kemudahan menjalani hidup dan dapat menghilangkan kesedihan yang kita alami.

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013