logo
Donatur | Alamat Kantor
       
Home > Article > Obat dan Penawar Hati yang Sakit

Obat dan Penawar Hati yang Sakit

Penyakit pastilah harus diobati, baik secara alami ataupun kimia. Jika itu penyakit yang dapat terlihat pada tubuh. Setiap penyakit memiliki gejala yang berbeda, begitu pula dengan obat dan cara penyembuhan.

Lalu bagaimana dengan penyakit yang sulit dilihat, akan tetapi terasa dampak negatifnya ? misalnya penyakit hati. Tak semua orang mampu mendeteksi penyakit yang satu ini. Lantas, apakah sama dengan obat penyakit yang dapat terlihat pada luar (tubuh). Tentu saja berbeda bukan ? .

Allah SWT befirman, 

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Yunus: 57).

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS Al-Israa’: 82).

Kemudian, apa sajakah penyakit hati itu ? Penyakit-penyakit hati itu berupa syubhat dan syahwat, serta obatnya adalah dengan mengimani Al-Qur'an.

Al-Qur’an adalah obat dari kedua macam penyakit tersebut. Di dalamnya terdapat keterangan dan dalil yang menjelaskan tentang kebenaran dan kebatilan. Karena itu menjadi hilanglah penyakit-penyakit syubhat yang merusak ilmu, pandangan dan pengetahuan, kemudian menjadi tampaklah segala sesuatu sesuai dengan hakikatnya.

Tidak ada suatu kitab pun di bawah langit ini yang mengandung dalil-dalil dan ayat-ayat terhadap berbagai persoalan yang tinggi seperti tauhid, penetapan sifat-sifat Allah, penetapan Hari Kiamat dan kenabian serta penolakan berbagai kepercayaan batil dan pendapat-pendapat yang rusak selain Al-Qur’an.

Al-Qur’an mengandung semuanya itu secara sempurna dan sangat baik dari segala sisi, paling dekat kepada pemahaman akal dan paling fasih dalam penjelasannya. Karena itu, tepatlah dikatakan bahwa Al-Qur’an adalah obat yang sesungguhnya dari berbagai penyakit syubhat dan keraguan.

Tetapi itu semua tergantung pada pemahaman serta pengetahuan seseorang dalam mengartikan maksud dari Al-Qur’an. Karena itu, siapa yang dianugerahi Allah dengannya, niscaya dia bisa melihat kebenaran dan kebatilan secara nyata dengan hatinya, seperti ia melihat adanya siang dan malam.

Semoga Kita semua dapat di beri Anugrah hati yang sehat oleh Yang Maha Membolak-balikan hati.

Mitra Kami

Beranda | Tentang | Program | Galeri | Artikel | Kegiatan | Kontak Kami
Copyright © MABI foundation 2013